Ingin amal jariah mendukung dakwah Islam Ahlus Sunnah di media sosial? Thayyib. Klik di sini sekarang!

Tidak Mengafirkan Manusia secara Umum

Oleh Syaikh ‘Abdurrahman bin Qasim al-Hanbali

بسم الله الرحمن الرحيم

من محمد بن عبد الوهاب، إلى من يصل إليه من المسلمين، سلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Dari Muhammad Ibnu Abdil Wahhab, kepada siapa saja yang sampai risalah ini dari kaum muslimin. Salamun Alaikum wa rahmatulloh wa barakatuh.

وبعد: ما ذكر لكم عني: أني أكفر بالعموم، فهذا من بهتان الأعداء، وكذلك قولهم: إني أقول من تبع دين الله ورسوله، وهو ساكن في بلده، أنه ما يكفيه حتى يجيء عندي، فهذا أيضا من البهتان؛ إنما المراد اتباع دين الله ورسوله، في أي أرض كانت.

Wa Ba'd: apa yang disebutkan kepada kalian tentang aku: bahwa aku mengkafirkan manusia secara umum, maka ini adalah kedustaan para musuh. Begitu juga perkataan mereka: bahwa aku mengatakan siapa saja mengikuti agama Allah dan Rasul-Nya sedangkan dia tinggal di negerinya maka hal itu saja tidak cukup sampai dia hijrah datang kepadaku, ini juga termasuk kedustaan. Karena yang dituntut adalah mengikuti agama Allah dan Rasul-Nya di bumi manapun dia.

ولكن نكفر من أقر بدين الله ورسوله، ثم عاداه وصد الناس عنه ; وكذلك من عبد الأوثان، بعدما عرف أنها دين المشركين، وزينه للناس، فهذا الذي أكفره؛ وكل عالم على وجه الأرض يكفر هؤلاء، إلا رجل معاند، أو جاهل؛ والله أعلم، والسلام.

Akan tetapi kami mengkafirkan orang yang mengakui agama Allah dan Rasul-Nya kemudian memusuhinya dan menghalang halangi manusia darinya. Begitu juga siapa saja yang mengibadati berhala setelah dia tahu bahwa itu adalah agama kaum musyrikin kemudian dia justru memperindahnya di hadapan manusia, inilah yang aku kafirkan. Setiap alim di atas muka bumi mengkafirkan mereka semua kecuali laki laki pembangkang atau jahil. Wallahu a'lam. Wassalam.

وسئل أبناء الشيخ، وحمد بن ناصر، رحمهم الله: هل تعتقدون كفر أهل الأرض على الإطلاق؟ أم لا؟

Anak anak Syaikh Muhammad dan Syaikh Hamd Ibnu Nashir rahimahumullah ditanya: Apakah kalian meyakini kafirnya seluruh penduduk bumi secara mutlak atau tidak?

فأجابوا: الذي نعتقده دينا، ونرضاه لإخواننا مذهبا، أن من أنكر ما هو معلوم من الدين بالضرورة، وقامت عليه الحجة، فإنه يكفر بذلك، ولو ادعى الإسلام؛ وهذا أمر مجمع عليه بين العلماء.

Mereka menjawab: yang kami yakini sebagai Dien, yang kami ridhoi sebagai madzhab untuk para Ikhwan kami, bahwa siapa saja yang mengingkari sesuatu yang telah ma'lum minad diin biddharurah (diketahui bahwa hal itu adalah bagian dari Dien secara pasti) dan sudah tegak hujjah atasnya, maka dia kafir dengan hal itu. Meskipun dia mengaku islam. Hal ini adalah perkara yang disepakati para Ulama'.

ونكفر أيضا: من أنكر وجوب الزكاة، وامتنع من أدائها، وقاتل الإمام عليها; ونكفر أيضا: من أبغض شيئا من دين الرسول صلى الله عليه وسلم وسبه.

وقد ذكر بعض العلماء، رحمهم الله: أن الكفر والردة أنواع كثيرة: فمن ذلك ما هو شك، ومنه ما هو اعتقاد، ومنه ما هو نطق؛ فمن أشرك بالله، أو جحد ربوبيته، أو إلهيته، أو جعل بينه وبين الله وسائط يدعوهم، ويتوكل عليهم، ويسألهم، كفر إجماعا، لأن هذا كفعل عابدي الأصنام، قائلين {مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى} 1،وذكروا أنواعا كثيرة من أنواع الردة، كل نوع يكفر به المسلم، ويحل دمه وماله.

Kami juga mengkafirkan siapa saja yang mengingkari kewajiban Zakat, dan menolak dari menunaikannya bahkan memerangi Imam atas hal itu. Kami juga mengkafirkan siapa saja yang membenci dan mencela sesuatu dari agama Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam. Sebagian para Ulama' rahimahumullah telah menyebutkan: bahwa kekufuran dan kemurtadan itu banyak macamnya: di antaranya ada yang berbentuk keraguan, keyakinan, perkataan. Barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, atau menentang Rububiyyah Allah, atau Uluhiyyah-Nya atau menjadikan antara dirinya dengan Allah sebuah wasilah yang dia berdoa kepada wasilah tersebut, bertawakal kepadanya, meminta kepadanya, maka dia kafir menurut ijma'. Karena hal ini seperti perbuatan para penyembah berhala ketika mereka mengatakan, "Tidaklah kami mengibadati mereka kecuali agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya." Kemudian para Ulama' menyebut banyak sekali macam macam kemurtadannya. Dan setiap macam itu menyebabkan seorang muslim menjadi kafir serta darah dan hartanya menjadi halal.

وأما تكفير أهل الأرض كلهم، فنحن نبرأ إلى الله من هذا، بل نعتقد أن أمة محمد صلى الله عليه وسلم لا تجتمع على ضلالة، بل قد أجارها الله عن ذلك، على لسان نبيه محمد صلى الله عليه وسلم، ولا تزال طائفة منها على الحق منصورين، لا يضرهم من خالفهم ولا من خذلهم، إلى أن تقوم الساعة، كما وردت بذلك الأحاديث الصحيحة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، مع إخباره بأن أمته تأخذ ما أخذت الأمم قبلها، وتتبع سنتهم، وتسلك مسالكهم، كما ثبت ذلك في الصحيحين، من حديث أبي سعيد، وأبي هريرة وغيرهما، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم.

Adapun mengkafirkan semua penduduk bumi secara umum, maka kami berlepas diri kepada Allah dari hal ini, bahkan kami meyakini bahwa ummat Muhammad Shalallahu alaihi wasallam tidak berkumpul di atas kesesatan, Allah telah menjaga mereka dari hal itu dengan lisan Nabi-Nya Muhammad Shalallahu alaihi wasallam, "Senantiasa akan ada sekelompok darinya (ummat ini,pent) berada di atas kebenaran lagi ditolong, tidak dapat memadharatkan mereka orang yang menyelisihi dan menelantarkan mereka sampai datangnya hari kiamat." Sebagaimana yang muncul di hadits hadits shahih dari Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam meskipun beliau juga mengabarkan bahwa ummat nya juga akan mengikuti umat umat sebelumnya dan menapaki jalannya sebagaimana yang telah jelas hal itu dalam Shahihain dari hadits Abu Sa'id, Abu Hurairah dan selain keduanya dari Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam.

Ad Durar As Sanniyyah juz 10 hal. 131-133

Alfatawa.ID | @alfatawaid