Ingin amal jariah mendukung dakwah Islam Ahlus Sunnah di media sosial? Thayyib. Klik di sini sekarang!

Rincian Batasan Ketaatan terhadap Penguasa (Bag. 5)

Oleh Syaikh Abu Fihr al-Muslim

Makna hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yg berbunyi :

«اسمعوا وأطيعوا وإن تأمَّر عليكم عبدٌ حبشي»

«dengar dan taatlah kepada pemimpin, meskipun jika yg memimpin kalian adalah seorang budak habasyi»

(Maknanya) adalah tidak ada ketaatan terhadap makhluk di dalam hal kemaksiatan. Karena hadis-hadis Rasulullah saw tidak ada yg bersifat kontradiktif, dikarenakan semua hadis mendengar dan taat kepada pemimpin sifatnya adalah global maka harus ditarik penafsirannya dan penjelasnya ke hadis-hadis lainnya;selama tidak ada kandungan yg menyelisihi perintah Allah..

inilah ucapan mayoritas ulama salaf.

Hadis Rasul saw lainnya berbunyi :

وإن أُمِّر عليكم عبدٌ مجدعٌ يقودكم بكتاب الله فاسمعوا له وأطيعوا» (صحيح مسلم :1298)

“Jika kalian dipimpin oleh budak yg berhidung pesek, memimpin kalian dengan kitabullah maka dengar dan taatilah perintahnya” (HR.Muslim:1298)

Sesuai dengan hadis ini, kita wajib mentaati para penguasa jika mereka berpegang teguh dengan islam mengajak umat untuk menerapkan kitabullah, meskipun dirinya, nasab dan akhlaknya buruk..

Dari hadis itu juga kita dapat menyimpulkan kewajiban untuk mentaati pemimpin di dalam segala urusan dunia yg memberatkan kita, selama tidak menyelisihi perintah Allah. Sebagaimana hadis Rasulullah saw yg lainnya:

إلا أن يأمر بمعصية فلا سمع ولا طاعة

«(taat dan dengar) kecuali jika diperintah utk bermaksiat maka tidak ada ketaatan dan mendengar(perintahnya)»

Dengan ini, hadis-hadis tersebut disatukan. Sehingga hadis ini mentafsirkan hadis ketaatan yg sifatnya umum/global di awal pembahasan..

Imam ath-Thobari berkata :

فيه أنه لا طاعة لمخلوق فى معصية الخالق، وأخبار رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا تضاد، وإنما أحاديث السمع والطاعة مجملة، تفسرها الأحاديث الأخر المُفسرة؛ ما لم يخالف أمر الله، وهذا قول عامة السلف..

“Dari hadis ini terdapat faidah yaitu tidak ada ketaatan terhadap makhluk di dalam kemaksiatan, dan semua hadis-hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sifatnya tidak kontradiktif. Sehingga kita simpulkan bahwa semua hadis-hadis mendengar dan taat terhadap penguasa sifatnya umum dan global yg harus ditafsirkan dan dikhususkan dengan hadis-hadis penjelas lainnya selama tidak terkandung penyelisihan terhadap perintah Allah. inilah ucapan mayoritas ulama salaf.

وقوله: أفلا نقاتلهم؟ -في الحديث الآخر- قال: «لا، ما صلّوا». على ما تقدم من منع الخروج على الأئمة والقيام عليهم ما داموا على كلمة الإسلام، ولم يُظهروا كفراً بينًا، وهو الإشارة ها هنا: «ما صلّوا»، أى ما كان لهم حكم أهل القبلة والصلاة، ولم يرتدوا ويبدلوا الدين ويدعوا إلى غيره.

Hadis lainnya berucap : «Bukankah baiknya kita perangi mereka ya Rasulullah? Rasul saw menjawab : Jangan, selama mereka masih sholat» Sesuai dengan penjelasan yg berlalu, yaitu dilarangnya keluar ketaatan dan memberontak para pemimpin selama mereka tetap di atas kalimat islam dan tidak menampakkan kekufuran yg jelas, maka hadis ini mengisyaratkan penjelasan tersebut melalui kalimat “selama mereka masih sholat” yakni selama mereka masih di atas hukum ahli kiblat dan sholat dan tidak murtad yaitu merubah agamanya lalu mendakwahkan org lain ke agama lain.

والإشارة أيضاً بقوله: «عبداً حبشيًا يقودكم بكتاب الله» -أى بالإسلام- وحكم كتاب الله وإن جار" (القاضي عياض رحمه الله، في إكمال المُعلِم).

Hadis lainnya «(jika diperintah) budak habasyi yg memimpin dengan kitabullah» ini mengisyaratkan bahwa dia muslim dan berhukum dengan kitabullah meskipun jika dia dzolim." -lihat kitab Ikmaal al-Mu'lim karya Imam al-Qoodhiy 'Iyaadh-

Komentarku: Amati dan perhatikan dengan seksama batas-batas ketentuan serta syarat-syarat yg diletakkan para ulama utk mengikat satu hadis dengan hadis lainnya dalam masalah ketaatan terhadap penguasa! Bagaimana bisa dipahami hadis-hadis ketaatan itu mutlak ketaatan buta; siapapun yg memegang kekuasaan maka auto wajib mendapatkan hak ditaati dan didengar, baik adil ataupun tidak adil, sesuai syariat ataupun dzolim lagi maling!

Perhatikan juga bagaimana metode salaf menyatukan setiap dalil lalu memaparkannya dengan pemaparan yg adil, sehingga hasilnya pas sesuai dengan jiwa syariat islam yg bersih yg datang utk menegakkan keadilan dan membersihkan apapun bentuk kedzoliman, dan tadabburilah ucapan Rasulullah saw : “selama mereka masih sholat” bagaimana bisa dipahami hanya cukup mendirikan sholat!

Justru maksud dari hadis tersebut : Selama mereka tetap di atas islam secara syariat dan penerapan juga tidak merubah agama atau mengotak-ngatiknya, dan tidak juga berhukum dengan selain hukum Allah. Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam. hadis lainnya : “(dengar dan taati) selama mereka(penguasa) menegakkan kitabullah” maka bisa dipahami bahwa penyebutan sholat adalah sebagai permisalan termudah dan bukan bentuk dari pengkhususan syarat (ditaatinya)..

Jikalau tidak, maka mereka org-org munafik dan org-org murtaddin juga mendirikan sholat, haji bahkan jihad! akan tetapi tetap Allah jerumuskan mereka kelak di neraka!

Semoga Allah memberikan cahaya kebenaran dan hidayah kepada kita semua.

Alih bahasa : Abu Musa al-Mizzy

Alfatawa.ID | @alfatawaid