Ingin amal jariah mendukung dakwah Islam Ahlus Sunnah di media sosial? Thayyib. Klik di sini sekarang!

Permulaan Jihad Afghanistan

Oleh Syaikh Syarif al-Hasan bin ‘Ali al-Kattani

Pada tahun 1400 H (1979), tentara Soviet menyerbu Afghanistan atas permintaan pemerintah komunis yang berkuasa untuk melawan revolusi Islam. Revolusi ini dimulai melawan kekuatan nonkomunis nonmuslim yang memerintah masyarakat muslim yang sangat konservatif. Pemberontakan pertama dipimpin oleh "Salafi", Ahlul Hadits, dan Ikhwanul Muslim yang diwakili oleh Burhanuddin Rabbani, ‘Abdurrabburrasul Sayyaf, dan Qulbuddin Hikmatiyar.

Mereka kemudian bergabung dalam jihad bersama Deobandi (Hanafi, Maturidi, dan Shufi, pengikut Syah Waliyullah Ad Dahlawi, mujaddid Islam di sub-benua India selama abad ke-11 H (abad ke-18)). Akhirnya, gerakan Shufi, Syi‘ah, dan orang-orang Afghanistan secara keseluruhan bergabung dengan mereka. Kita dapat mengamati bahwa semua pemikiran Islam berpartisipasi dalam jihad ini. Dengan kedatangan Syaikh ‘Abdullah ‘Azzam disertai oleh Kamal Sananiri —keduanya berasal dari Ikhwanul Muslim-, orang ‘Arab dari Ikhwanul Muslim bergabung dengan jihad Afghanistan. Mengikuti dakwah Syaikh ‘Abdullah ‘Azzam, Salafi ‘Arab, khususnya yang berasal dari Jazirah ‘Arab bergabung dengan jihad Afghanistan. Banyak dari mereka adalah murid ulama kibar Salafi seperti ’Abdul ‘Aziz bin Baz, Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, dan ‘Abdullah bin Jibrin. Mereka diikuti oleh pemikiran jihad Mesir yang mengeluarkan fatwa kewajiban untuk segera melindungi kaum muslimin.

Perang dingin antara AS dan Soviet serta keinginan Amerika untuk menantang hegemoni Soviet di wilayah tersebut memfasilitasi pemikiran ini. Jihad ini digambarkan sebagai tindakan kepahlawanan dan dibenarkan secara Islam. Mayoritas ulama mendukungnya dan beberapa dari mereka bahkan pergi ke kamp-kamp untuk mendukung para mujahidin.

Syaikh ‘Abdullah ‘Azzam dan komandan Afghanistan lainnya melakukan tur masjid di negara-negara muslim dan Barat (termasuk AS) untuk mendakwahkan jihad dan dukungannya. Mujahidin ’Arab adalah teladan, banyak tindakan kepahlawanan mereka serta karamah yang diberikan oleh Allah kepada mereka mendorong lebih banyak orang untuk bergabung dengan mereka. Fakta-fakta ini dikaitkan oleh Syaikh ‘Abdullah ‘Azzam dalam kitab-kitabnya, ‘Usysyaqul Hur, dan kitab beliau yang terkenal, Ayaturrahman fi Jihadil Afghan.

Ditulis oleh Syarif Al Hasan Al Kattani.

Alfatawa.ID | @alfatawaid