Ingin amal jariah mendukung dakwah Islam Ahlus Sunnah di media sosial? Thayyib. Klik di sini sekarang!

Mujahid Tangguh Takkan Runtuh

Oleh Akh Muhammad Rafi

Di dalam Alquran, Allah menggambarkan suasana di saat generasi terbaik pilihan Allah menghadapi beratnya sebuah ujian yang harus dilewati sebagai konsekuensi dari pilihan jalan keimanan yang harus mereka lalui.

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ جَآءَتْكُمْ جُنُوْدٌ فَاَ رْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا وَّجُنُوْدًا لَّمْ تَرَوْهَا ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرًا ۚ 

"Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

اِذْ جَآءُوْكُمْ مِّنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ اَسْفَلَ مِنْكُمْ وَاِ ذْ زَا غَتِ الْاَ بْصَا رُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوْبُ الْحَـنَـاجِرَ وَتَظُنُّوْنَ بِا للّٰهِ الظُّنُوْنَا ۗ 

"(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah."

هُنَا لِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَزُلْزِلُوْا زِلْزَا لًا شَدِيْدًا

"Di situlah diuji orang-orang mukmin dan diguncangkan (hatinya) dengan guncangan yang dahsyat." (QS. Al Ahzab: 9-11)

Perang Ahzab yang sangat berkecamuk ketika itu, gabungan seluruh elemen yang tidak menginginkan hadirnya islam dan kaum muslimin sebagai kekuatan baru dalam percaturan peradaban, mencapai klimaksnya. Musyirikin Makkah berhasil menjalin hubungan persekutuan militer dengan bani Ghatafan untuk melancarkan pukulan terakhir yang mematikan, terhadap Kota Madinah. Bergabung juga dalam persekutuan itu bani Quraizhah, salah satu suku dari tiga suku besar Yahudi yang mendiami Kota Madinah kala itu. justru suku Yahudi inilah yang melancarkan gabungan perang kepada musyirikin Makkah untuk melancarkan pukulan akhir yang mematikan.

Mereka menjanjikan bantuan fasilitas dan kesediaan untuk bergabung dalam koalisi tersebut. Jumlahnya tak tanggung-tanggung. Mereka yang datang dari luar berkekuatan 10.000 personil. Bani Quraizhah sendiri, yang berada di dalam Kota Madinah, kekuatan laki-laki dewasa mereka tak kurang dari 700 personil. Padahal mereka telah terikat perjanjian dengan baginda Nabi muhammad SAW untuk sama-sama mempertahankan Kota Madinah jika ada serangan dari pihak luar Kota Madinah. Bani Quraizhah berkhianat. Mereka menggunting perjanjian dengan Nabi SAW.

Belum lagi orang orang munafik yang berperan aktif menyebarkan ketakutan dan teror untuk melemahkan semangat juang para sahabat Nabi SAW. lihatlah bagaimana Alquran menceritakannya dalam penggambaran yang lugas dan mudah dipahami.

وَاِ ذْ قَا لَتْ طَّآئِفَةٌ مِّنْهُمْ يٰۤـاَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَا مَ لَكُمْ فَا رْجِعُوْا ۚ وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيْقٌ مِّنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُوْلُوْنَ اِنَّ بُيُوْتَنَا عَوْرَةٌ ۗ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ ۗ اِنْ يُّرِيْدُوْنَ اِلَّا فِرَا رًا

"Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, Wahai penduduk Yatsrib (Madinah)! Tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu. Dan sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga). Padahal rumah-rumah itu tidak terbuka, mereka hanyalah hendak lari."

وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْهِمْ مِّنْ اَقْطَا رِهَا ثُمَّ سُئِلُوا الْفِتْنَةَ لَاٰ تَوْهَا وَمَا تَلَبَّثُوْا بِهَاۤ اِلَّا يَسِيْرًا

"Dan kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, dan mereka diminta agar membuat kekacauan, niscaya mereka mengerjakannya; dan hanya sebentar saja mereka menunggu."

وَلَقَدْ كَا نُوْا عَاهَدُوا اللّٰهَ مِنْ قَبْلُ لَا يُوَلُّوْنَ الْاَ دْبَا رَ ۗ وَكَا نَ عَهْدُ اللّٰهِ مَسْــئُوْلًا

"Dan sungguh, mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah, tidak akan berbalik ke belakang (mundur). Dan perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya."

قُلْ لَّنْ يَّنْفَعَكُمُ الْفِرَا رُ اِنْ فَرَرْتُمْ مِّنَ الْمَوْتِ اَوِ الْقَتْلِ وَاِ ذًا لَّا تُمَتَّعُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا

"Katakanlah (Muhammad), Lari tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika demikian (kamu terhindar dari kematian) kamu hanya akan mengecap kesenangan sebentar saja."

قُلْ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَعْصِمُكُمْ مِّنَ اللّٰهِ اِنْ اَرَا دَ بِكُمْ سُوْٓءًا اَوْ اَرَا دَ بِكُمْ رَحْمَةً ۗ وَلَا يَجِدُوْنَ لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا

"Katakanlah, Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (ketentuan) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu? Mereka itu tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah."

قَدْ يَعْلَمُ اللّٰهُ الْمُعَوِّقِيْنَ مِنْكُمْ وَا لْقَآئِلِيْنَ لِاِ خْوَا نِهِمْ هَلُمَّ اِلَيْنَا ۚ وَلَا يَأْتُوْنَ الْبَأْسَ اِلَّا قَلِيْلًا ۙ 

"Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu dan orang yang berkata kepada saudara-saudaranya, Marilah bersama kami. Tetapi mereka datang berperang hanya sebentar," (QS. Al Ahzab: 12-18)

Allah menggambarkan dengan lukisan pas dan sindiran halus yang amat menyentuh, bagi mereka yang masih memiliki hati. Lihatlah bagaimana orang-orang yang benar dan jujur dalam keimanannya, bersih tauhidnya, bagus persangkaannya kepada Allah, tatkala ujian datang dari atas dan bawah, dari kiri dan kanan, dari depan dan belakang. mereka tidak bergeser dari tempat berdirinya, mereka hadapi dengan penuh keyakinan, tawakal kepada dan berprasangka yang baik kepada Rabb-NYA, keimanan dan ketakwaannya kepada Allah semakin tebal, dan kepasrahannya kepada Allah semakin total. Mereka yakin beratnya ujian yang mereka hadapi itu adalah indikasi dekatnya sebuah pertolongan dari Allah SWT.

وَلَمَّا رَاَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْاَ حْزَا بَ ۙ قَا لُوْا هٰذَا مَا وَعَدَنَا اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَ صَدَقَ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ ۖ وَمَا زَا دَهُمْ اِلَّاۤ اِيْمَا نًـا وَّتَسْلِيْمًا ۗ 

"Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu menambah keimanan dan keislaman mereka." (QS. Al Ahzab: 22)

Sejarah membuktikan benarnya perhitungan Rasulullah SAW tersebut. Perang Ahzab merupakan episode terakhir serangan musyrik Makkah dan suku suku lain yang dapat dipengaruhi oleh mereka untuk menyerang Madinah ketika itu.

Apakah ayat-ayat tersebut sebagai kisah sejarah hanyalah tulang-belulang yang terpendam dalam kuburan sejarah, di mana kita anggap tidak ada relevansinya dengan kekinian kita. padahal diabadikannya oleh Allah, dimaksudkan untuk dapat diambil ibroh-nya bagi generasi yang datang belakangan.

Bagi mereka yang masih sehat keyakinannya, pasti nuraninya akan menjawab, betapa persisnya penggambaran di dalam Alquran tersebut dengan kondisi kita hari ini. Betapa tidak ada bedanya substansi persoalan tersebut. Yang berbeda hanyalah aktor pelakunya. Sifat kejadian dan karakterisktik pelaku tidak ada bedanya sama sekali.

Apa yang menimpa kita hari ini, sebenarnya hanyalah bagian dari sedikit hembusan panasnya api ujian. Dengannya Allah melihat bukti siapa yang jujur dan sungguh-sungguh beriman dan siapa yang palsu keimanannya.

Dulu ada sebagian orang yang gegap gempita dan beraninya seolah sanggup menghadapi apapun yang terjadi, hari ini kemana orang yang begitu banyaknya?

اِذْ جَآءُوْكُمْ مِّنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ اَسْفَلَ مِنْكُمْ وَاِ ذْ زَا غَتِ الْاَ بْصَا رُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوْبُ الْحَـنَـاجِرَ وَتَظُنُّوْنَ بِا للّٰهِ الظُّنُوْنَا ۗ 

"(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah." (QS. Al Ahzab: 10)

Ditulis oleh Muhammad Rafi.

Muntada Ahlul Atsar — Alfatawa

Alfatawa.ID | @alfatawaid