Ingin amal jariah mendukung dakwah Islam Ahlus Sunnah di media sosial? Thayyib. Klik di sini sekarang!

Krisis Akhlak Pengklaim "Salafi" Mu'ashirah

Oleh Syaikh ‘Abdurrazzaq bin Ghalib al-Mahdi

Ketika kita menulis tentang Salafi Mu'ashirah, kita tidak bermaksud untuk mengeneralisir atau mendeskreditkan. Sebaliknya, hal ini merupakan sebagai bentuk dari peringatan yang dimaksudkan untuk memperbaiki jalannya.

Sebagai contoh, sekarang ini banyak para pemuda Salafi yang memiliki akidah yang murni dengan kesalehan, akhlak yang baik, kerendahan hati dan kesederhanaan, dan sebagian di antara mereka berjihad di jalan Allah. Ini adalah Salafi yang asli dan dia berhak untuk menisbatkan sebagai pengikut Salafus Shalih rodliyallahu ‘anhum.

Merupakan kemuliaan yang besar bagi salah satu dari kita untuk dinisbatkan sebagai pengikut para pendahulu yang saleh. Tetapi tentunya ada syarat yang berlaku untuk bisa meraih kemuliaan ini.

Akan tetapi bagi ‘para pengikut salaf’, tetapi mereka memiliki sifat ghuluw, takfiri serta mudah menumpahkan darah terhadap sesama muslim apakah seperti ini layak disebut sebagai pengikut Salaf???

Jika keadaannya seperti ini, maka ia tidak layak untuk menisbatkan diri sebagai pengikut Salafus Sholih. Para sahabat Salafus Sholih dan pengikutnya, tidak pernah memiliki sifat seperti ini selamanya.

Demikian juga yang menisbatkan sebagai pengikut Salafi akan tetapi mereka loyal kepada pemimpin dzalim seperti As Sisi, Muhammad bin Zaid dan Haftar, Gaddafi dan Zain Al-Abidin. Bahkan loyalitas dan pembelaannya sampai menjadikan mereka menjadi Kufrun Bawaah (Keluar dari Islam).

Jika keadaannya seperti ini, maka ia tidak boleh menisbatkan diri sebagai pengikut Salafus Sholih, karena para Salafush Sholih tidak pernah bersikap seperti ini.Para Salaf ingkar terhadap para pemimpin yang menyelisihi Sunnah !!

Dalam sejarah yang kita ketahui bahwa Abu Sa’id Al-Khudri radliyallahu ‘anhu secara terbuka menentang Marwan bin Al-Hakam ketika dia meng-inginkan Khutbah Ied terlebih dahulu baru melaksanakan shalat dan hadits ini Shahih diiriwayatkan Imam Muslim.

Lalu bagaimana sikap terhadap para pemimpin yang menyelisihi Syari’at Allah, dan menggantinya dengan hukum positif, menghalalkan kemaksiatan, memenjarakan para Ulama’ dan para Da’i???

Saya beri contoh, bahwasanya ada akhlak seorang Da’I Salafi Murji’ah yang menulis tentang pribadi saya sejak tahun 2013.Dalam tulisannya tersebut saya dikafirkan dan dianggap pengikut al-Qa‘idah….?!!!

Saya dicaci, dimaki dan dihina, kalimat-kalimat buruk yang dilontarkan berlanjut sampai tahun 2019. Demi Allah atas kalian, apakah yang seperti ini layak disebut Salafi?

Kalimat seperti itu tidak layak, kecuali yang mengatakan para agen-agen Intelejen.

Saya bertemu dengan saudara saya Fadhil Mujahid dari Ghoutah yang mengenalnya…

Inilah sebagian dari fenomena di lapangan jihad.

Syeikh Al Muhadits Wal Mujahid Abdur Rozaq Al Mahdi Hafidzahullah

Sumber https://t.me/joinchat/AAAAAFI5q6QBIS6kY8LKkQ
Editor :@khandaq_media
Join Us : https://t.me/khandaq_media

Alfatawa.ID | @alfatawaid