Ingin amal jariah mendukung dakwah Islam Ahlus Sunnah di media sosial? Thayyib. Klik di sini sekarang!

Hamas dalam Timbangan

Oleh Syaikh ‘Athiyyatullah al-Libi

Wahai saudaraku yang mulia. Engkau tahu bahwa HAMAS itu aslinya adalah gerakan Ikhwanul Muslimin. Artinya ia berafiliasi kepada pemikiran dan jama’ah Ikhwanul Muslimin. Sedangkan jama’ah ini (yakni Ikhwanul Muslimin) bukanlah jamaah yang dapat dipercaya dalam masalah jihad.

Ini adalah perkara yang harus kami katakan. Dan tentunya ini adalah menurut pendapat dan keyakinan kami. Hal ini dapat kami simpulkan berdasarkan dua hal:

a. Pemikkiran, manhaj dan materi pembinaan jama’ah ini serta rangkaian pemikiran yang mendominasinya.

b. Pengalaman bersama jama’ah ini di berbagai belahan bumi.

Dan engkau harus ingat bahwa kita ini sedang berbicara mengenai jamaah (organisasi), bukan mengenai personalnya. Karena personal itu orangnya bermacam-macam dan antara mereka masing-masing ada tingkatan yang berbeda-beda. Ada di antara mereka yang bergabung dengan mereka namun tidak membawa semua keyakinan, pemikiran dan alur berfikir jamaahnya, dan pada dirinya terdapat kebaikan, keshalihan dan kelebihan. Dan kenyataannya membuktikan hal itu, Alhamdulillah.

Nah, HAMAS itu bagian dari Ikhwanul Muslimin. Memang bisa dikatakan bahwa HAMAS itu memiliki spesifikasi sendiri dan kami tidak menyamaratakan status hukumnya. Akan tetapi kita berhak untuk mengungkapkan kekhawatiran kami karena kami telah menyaksikan sendiri berbagai kasus. Kami juga mengerti bagaimana jama’ah induknya memiliki pengaruh pada pemikiran HAMAS.

HAMAS itu berada di negeri terjajah. Tragedi harian, bencana, ujian, musibah dan kedzhaliman terus berulang kali dilakukan musuh yang asli kafir dan disepakati kekafirannya dan kedzhalimannya. Dan telah diketahui secara pasti dalam agama Islam bahwa musuh mereka tersebut adalah musuh yang kafir yang wajib untuk diperangi dan dilawan.

Semoga Allah memberkati para pemimipin mereka pada generasi awal, dan semoga Allah memberikan pahala kepada mereka dengan sebaik-baik pahala.

Mereka bangkit berjihad melawan dan menghadapi musuh tersebut. Mereka merekrut para pemuda, mengorganisir mereka, meningkatkan kualitasnya dan maju di hadapan masyarakat. Ini tidak diragukan lagi adalah kebaikan, kebenaran dan amal shalih.

Kami memohon kepada Allah agar menerima amal mereka.

Akan tetapi lagi: orang-orang sekuler dan nasionalis, bahkan komunis, banyak di antara mereka yang bangkit memerangi musuh tersebut..!

FATAH misalnya, gerakan massa, para penganut demokrasi dan lain-lain. Dan apakah kita sudah lupa dengan perjuangan Yasir ‘Arafat?! Perang di Palestina itu selain disyareatkan dalam agama kita, ia juga dibenarkan dalam ajaran kaum sekuler, komunis, dan nasionalis, yakni dibenarkannya melawan penjajah. Perang di Palestina melawan Zionis itu sebagaimana kita mendukungnya, juga didukung oleh Sayyid Thanthawi, Al Buthi, Al Qardlawi, Basyar Assad, Husni Mubarak, dan juga Muammar Qadhafi.

Karena perang di Palestina melawan Yahudi ini, meskipun ia merupakan amal shalih bagi orang beriman yang melakukannya, akan tetapi ia juga bukan ukuran yang standar untuk menilai seseorang. Namun penilaian itu haruslah ditambahkan dengan hal lainnya, yaitu: manhaj yang benar, serta kesesuaiannya dengan Al Qur’an dan Sunnah, di mana yang paling utama dan paling puncak adalah tauhid yang murni dan aqidah yang benar.

Semua ini dapat diketahui dari dua sisi:

Pertama: manhaj dan teori yang ditulis dan yang dinyatakan.

Kedua: praktek lapangan, sikap dan sambutan amalannya dalam menjawab berbagai ujian di lapangan.

Dan sekali lagi mari kita ingat bahwa kita ini tengah membicarakan tentang organisasi (jama’ah), meskipun antara individu dan jama’ah itu memiliki banyak kesamaan hukum.

Namun jika kita lihat pada dua sisi tersebut, maka kita akan dapatkan bahwa HAMAS itu — sebagai organisasi — memiliki banyak catatan..! Catatan-catatan ini — meskipun kita memberikan udzur kepada mereka lantaran sulitnya situasi, kelemahan, dan keterpaksaan — menjadikan kita khawatir mereka akan terjatuh dan menyeleweng. Karena latar belakang pemikiran dan manhajnya adalah Ikhwanul Muslimin. Sedangkan kami telah mengenal Ikhwanul Muslimin dan memiliki pengalaman hidup bersama mereka. Akan tetapi kami tidak akan mendahului kejadian, dan kami tidak akan menilai manusia hanya berdasarkan itu semata.

Akan tetapi kami harus waspada. Semua ini kita sebutkan di sini supaya kita tidak tertipu dan tidak kecewa jika terjadi sesuatu, untuk jaga-jaga, dan supaya kita selalu sadar dan waspada. Namun kita menilai orang itu adalah berdasarkan yang dhahir, kita mengharapkan orang itu baik, dan kita memberikan udzur kepada kaum muslimin sebisa mungkin.

Namun bagaimana pun hari ini mereka masih memiliki kesempatan untuk menunjukkan jati diri mereka. Kami selalu berharap yang baik buat mereka. Kami berdoa kepada Allah agar memberikan bimbingan kepada mereka dalam mentaati-Nya dan dalam kebaikan. Hanya di tangan Allah SWT semua perkara itu. Dan Allah itu akan senantiasa menjaga agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya. Maka beruntunglah bagi orang yang beramal untuk mencari ridla Allah.

Kesalahan-kesalahan dan catatan-catatan yang ada pada HAMAS itu saya kita tidak perlu kita berpanjang lebar dalam membahasnya. Yang mana semua itu merupakan kalkulasi dari berbagai keyakinan, pandangan, manhaj, politik, perkataan, pernyataan, sikap dan hubungan dalam dan luar negeri. Wallahul musta’an…!

Yang puncaknya adalah terlibat dalam pemilu legislatif dan berhasil memenangkannya sehingga menghantarkan HAMAS menjadi alat bagi pemerintahan yang kafir dan murtad (Pemerintahan Palestina) menjadi bagian dari pemerintah yang rusak dan busuk itu dari semua sisinya, yang searusnya wajib untuk diperangi dan disingkirkan — jika memungkinkan — bukan malah menjadi bagian dan menjadi alat legislatif dan eksekutif baginya..!!

Hanya kepada Allahlah kita mengadu.

Kami mengajak saudara-saudara kami HAMAS untuk meninggalkan apa yang telah mereka lakukan itu, meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya. Janganlah mereka tertipu dengan ulama’ yang memberikan fatwa membolehkan apa yang mereka lakukan sekarang ini. Karena orang- orang yang memberikan fatwa dan membolehkan apa yang mereka kerjakan sekarang ini adalah orang yang bersikap diam terhadap semua thaghut murtad di seluruh negeri-nergeri kaum muslimin, mereka letakkan tangan mereka di tangan para thaghut tersebut, duduk bersandingan dengan mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh salah seorang pemuka mereka beberapa saat yang lalu bersama si Zindiq Muammar Qadhafi, Musailamahnya zaman sekarang, semoga Allah melaknatnya!! Para mufti yang memperbolehkan perbuatan kalian itu adalah orang-orang yang bersikap diam terhadap apa yang dilakukan oleh Musyrikin Syi’ah terhadap Ahlus Sunnah di Irak dan lain-lain. Bagaimana kalian bisa menaruh kepercayaan kepada mereka dan mendengarkan fatwa bolehnya dari mereka?

Kalau bukan karena meremehkan masalah dan lemahnya semangat! Kalau bukan karena lemahnya manhaj dan fikrah..!

......

Kesalahan yang dilakukan HAMAS, kami berharap mereka termasuk orang-orang yang mendapatkan udzur karena melakukan takwil dan mengikuti fatwa sejumlah ulama’ yang mereka percayai. Kami tidak memvonis mereka kafir. Namun menurut kami mereka adalah orang-orang Islam yang berbuat salah. Kami berusaha menasehati dan memberikan masukan kepada mereka sebagaimana yang kami lakukan kepada setiap muslim. Dan kami menentang setiap perbuatan yang kami pandang mungkar. Kami jelaskan ketergelinciran dan kekeliruan yang mereka lakukan, dan kami tidak memendam kedengkian kepada mereka dan kepada umat Islam lainnya.

Atas dasar itu, maka keteguhan HAMAS dalam menghadapi kecaman dan konspirasi internasioal dan dalam negeri adalah terhitung sebagai amal shalihnya. Lebih besar lagi daripada itu adalah jihad dan pengorbanan besar dan gemilang yang dilakukan oleh putra-putranya, dan jasa mereka yang banyak di jalan Allah SWT. Semua itu terhitung sebagai kebaikan orang yang melakukannya, yang kita harapkan Allah menerimanya dari mereka dan memuliakan mereka di dunia dan di akherat.

Akan tetapi kami memandang masuknya HAMAS dalam permainan demokrasi dan dalam dewan legislatif yang telah menyeret mereka kepada banyak perbuatan yang menyelisihi ajaran Islam, ditambah lagi dengan akumulasi lainnya dari pemikiran-pemikiran, ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan syareat, semua itu adalah kemungkaran, kebatilan dan kerusakan yang besar. Kami berlepas diri kepada Allah dari semua itu, kami menentangnya dan kami menasehati saudara-saudara kami agar mereka bertaubat kepada Allah dan menjauhi semua itu, agar mereka meperbaikinya dan agar mereka berpegang teguh hanya dengan Allah SWT semata.

[Disalin dari duniaekspress]

Alfatawa.ID | @alfatawaid