Ingin amal jariah mendukung dakwah Islam Ahlus Sunnah di media sosial? Thayyib. Klik di sini sekarang!

Galat Organisasi Tradisional: Perjuangan Bersifat Lokal

Oleh Syaikh Mushthafa bin ‘Abdil Qadir Siti Maryam Nashar

Mayoritas atau bahkan seluruh organisasi perjuangan pada masa periode kedua dekade lalu beroperasi secara lokal di kawasan tertentu. Sebagai akibat dari kondisi politik, sosial dan realitas yang terjadi pada saat itu sebelum datangnya era globalisasi di semua bidang.

Dahulu, organisasi perjuangan dalam sekup lokal bisa berkembang dengan pesat karena faktor geografis dan demografi yang menguntungkan. Banyaknya penduduk yang majemuk dan luasnya perbatasan serta mudahnya menembus lintas batas laut membantu gerilyawan jihad menyukseskan program dan tujuannya.

Kemudian kolonialisme Barat sewaktu Perang Salib II menetapkan strategi baru, yaitu memecah geografis, demografis, dan ekonomi negara-negara kaum muslimin menjadi beberapa bagian kecil agar mereka melemah.

Organisasi-organisasi perjuangan kemudian melakukan operasi perlawanan terbatas pada sekat-sekat negara sibuk menghadapi tagut masing-masing di negaranya sendiri. Operasi ini mengikuti sekat-sekat negara yang dipetakan oleh Perjanjian Sykes-Picot awal abad 20.

Pada akhirnya saya menyimpulkan, mayoritas organisasi-organisasi perjuangan tidak akan dapat sukses melakukan revolusi atau bahkan memulai gerilya di banyak tempat.

Apa yang bisa dilakukan oleh organisasi perjuangan yang terbatas operasinya di negara-negaranya masing-masing, di Bahrain, Qatar, Tunisia, Yordania, Suriah, Libya, atau kawasan-kawasan lokal lain?

Sampaipun di negara-negara besar seperti Mesir dan Saudi, organisasi-organisasi sirri hirarkis struktural yang beroperasi secara lokal gagal melakukan perlawanan. Hasil akhir dari perjuangan sistem seperti ini sesuai dengan fakta. Sepanjang 40 tahun perjalanan perjuangan ini dengan berbagai macam eksperimen, mereka sukses dibubarkan tanpa terkecuali.

Alfatawa.ID | @alfatawaid